SANITASI DASAR BERBASIS LINGKUNGAN (STBM)

SANITASI DASAR BERBASIS LINGKUNGAN (STBM)

Oleh :
DINAS KESEHATAN KAB.KOTAWARINGIN BARAT
 
FAKTA
Masalah Air Minum Hygiene dan Sanitasi
Hasil Studi ISSDP Tahun 2006: 
47% BAB di Sungai, Sawah, Kolam, Kebun (alam Terbuka)
STUDI BASIC HUMAN SERVICE DI INDONESIA TH 2006
Perilaku Masyarakat Dalam Cuci Tangan adalah:
1. Setelah BAB 12%
2. Setelah Bersihkan Tinja Bayi/Balita 9%
3. Sebelum Makan 14%
4. Sebelum Memberi Msksn Bsyi 7%
5. Sebelum Menyiapkan Makanan 6%
STUDI BHS LAIN TRHDP PERILAKU PENGELOLAAN AIR MINUM
Menunjukan 99,20% merebus Air Untuk Air Minum Tetapi 47,50 % dari Air Tersebut mengandung Eschericia coli.
ANGKA KESKITAN DIARE TH 2006
423 Ksus/1000 Penduduk pada Semua Umur & 16 Provinsi Mengalami KLB Diare Dengan Case Fatality Rate (CFR) sebesar 2,52.
BAGAIMANA PENGENDALIANNYA?
Dapat Di Kendalikan
Pendekatan Intervensi Terpadu        Melalui Pendekatan SANITASI TOTAL. 
KEJADIAN DIARE DPT TURUN DG 3 HAL (WHO TH 2007)
1. 32% Meningkatkan Akses Masyarakat Terhadap Sanitasi Dasar
2. 45% Cuci Tangan Pake Sabun
3. 39% Pengelolaan Air Minum Yang Aman di Rumah Tangga
 
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Meningkatkan Higiene dan Sanitasi Melalui PHBS Pada Th 2009   -->  RPJMN    -->    MDGs Th 2015 yaitu Meningkatkan Akses Air minum & Sanitasi Dasar Secara Berkesinambungan Kpd Separuh dari Populasi Penduduk Yg Belum Mendapatkan Akses. 
UPAYA YG TELAH DILAKUKAN PEMERINTAH
  1. Pencanangan Gerakan Sanitasi Total Oleh Menteri Kesehatan pd Th 2006
  2. Pencangan Kampanye Cuci Tangan Nasional Oleh Menko Kesra bersama Mendiknas & Meneg Pemberdayaan Perempuan Th 2007
  3. Hal Tersebut trs Dilanjutkan Sampain Saat ini.
KENDALA PROGRAM MASA LALU
Pendekatan Sektoral & Subsidi Perangkat Keras Selama ini tidak Memberi Daya Ungkit Terjadinya Perubahan Perilaku Hygiene & Peningkatan Akses Sanitasi
Strategi Yang Baru
Melibatkan Lintas Sektor Sesuai Dengan Tugas Dan Pokok & Fungsi masing-masing Dengan Leading Sektor Departemen Kesehatan 
Maksud & Tujuan 
STBM merupakan acuan dalam penyusunan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan serta evaluasi yang terkait dengan sanitasi total berbasis masyarakat. 
Pengertian-Pengertian :
  • STBM adalah pendekatan untuk merubah perilaku higiene & sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan
  • Komunitas merupakan kelompok masyarakat yg berinteraksi secara sosial berdasarkan kesamaan kebutuhan dan nilai-nilai untuk meraih tujuan
  • Open Defecation Free (ODF) adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan.
  • Cuci Tangan Pake Sabun adalah perilaku cuci tangan dengan menggunakan sabun & air bersih yg mengalir
  • Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga (PAMRT) adalah suatu proses pengolahan, penyimpanan dan pemnfaatan air minum dan air yg digunakan untuk produksi  makanan dan keperluan oral lainnya (berkumur, sikat gigi, persiapan makanan/minuman bayi)
  • Sanitasi Total adalah kondisi ketika komunitas :
o Tidak buang air besar (BAB) sembarangan
o Mencuci tangan pakai sabun
o Mengelola air minum & makanan yg aman
o Mengelola sampah dengan benar
o Mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman
  • Jamban Sehat adalah fasilitas pembuangan tnja yg efektif untuk memutus mata rantai penularan penyakit
  • Sanitasi Dasar adalah sarana sanitasi rumah tangga yg meliputi sarana Buang Air Besar, sarana Pengelolaan Sampah & Limbah Rumah Tangga.
Indikator 
Output 
  1. Setiap individu & komunitas mempunyai akses sehingga dpt mewujudkan komunitas yg bebas dari buang air di sembarang tempat (ODF)
  2. Setiap rumah tangga & sarana pelayanan umum dlm suatu komunitas (Sekolah, Kantor, Rumah Makan, Puskesmas, Pasar, Terminal) tersedia fasilitas cuci tangan (air, sabun, sarana cuci tangan) sehingga semua orang mencuci tangan dengan benar.
  3. Setiap rumah tangga mengelola limbahnya dengan benar 
  4. Setiap rumah tangga mengelola samapahnya dengan benar 
Outcome 
  • Menurunnya kejadian diare & peyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilakus